PERMASALAHAN SOSIAL DI INDONESIA
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saat ini banyak
masalah-masalah sosial yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan kita semua.
Masalah sosial seharusnya harus diselesaikan bersama dan bukan hanya sebagian
atau beberapa orang, melihat Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk
terbanyak nomer 4 di dunia yakni pasti penduduk Indonesia sangat banyak.
Semakin banyak individu akan semakin banyak pula persoalan yang dihadapi
masing-masing individu.
Kali ini saya
akan membahas beberapa contoh persoalan masalah sosial karena aspek sosial dan
budaya, yakni : Penggunaan Bahasa yang Kasar, Membuang Sampah Sembarangan dan
Seks Bebas. Masalah-masalah sosial tersebut dapat diselesaikan melalui beberapa
aspek yakni : pendidikan, hukum, dan keluarga.
- Penggunaan Bahasa Kasar
Penggunaan bahasa kasar sudah banyak sekali atau bahkan sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat terutama anak remaja. Penggunaan bahasa kasar tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor kesehatan, intelegensi, status sosial, ekonomis, jenis kelamin dan hubungan keluarga.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa kasar adalah :
1. Kesehatan
Kesehatan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, terutama pada usia awal kehidupannya. Apabila pada usia dua tahun pertama, anak mengalami sakit terus-menerus, maka anak tersebut cenderung akan mengelami kelambatan atau kesulitan dalam perkembangan bahasanya. Oleh karena itu, untuk memelihara perkembangan bahasa anak secara normal, maka orangtua perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak. Upaya yang dapat ditempuh adalah dengan cara memberikan ASI, makanan yang bergizi, memelihara kebersihan tubuh anak atau secara reguler memeriksakan kesehatan anak ke dokter atau ke puskesmas.
2. Intelegensi
Perkembangan bahsa anak dapat dilihatdari tingkat intelegensinya. Anak yang perkembangannya bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai intelegensi yang normal diatas normal. Namun begitu, tidak semua anak mengalami kelambatan perkembangan bahasanya pada usia awal, dikategorikan sebagai anak yang bodoh.
3. Status Sosial ekonomi Keluarga
Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan status social ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik. Kondisi ini terjadi mungkin disebabkan oleh perbedaan kecerdasan atau kesempatan belajar (keluarga miskin diduga kurang memperhatikan perkembangan bahasa anaknya), atau kedua-duanya.
4. Jenis Kelamin
Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan dalam vokalisasi antara pria dengan wanita. Namun mulai usia dua tahun anak wanita menunjukkan perkembangan.
5. Hubungan Keluarga
Hubungan ini dimaknai sebagai proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan orangtua yang mengajar, melatih dan memberikan contoh berbahasa kepada anak. Hubungan yang sehat antara orangtua dengan anak (penuh perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya) memfasilitasi perkembangan bahasa anak, sedangkan hubungan yang tidak sehat itu bisa berupa sikap orangtua yang keras/kasar, kurang kasih saying, atau kurang perhatian untuk memberikan latihhan dan contoh berbahasa yang baik kepada anak, maka perkembangan bahasa anak cenderung akan mengalami stagnasi atau kelainan, seperti: gagap dalam berbicara, tidak jelas dalam mengungkapkan pendapat, dan berkata yang kasar atau tidak sopan.
SOLUSI :
Menurut saya solusi untuk mengurangi penggunaan bahasa kasar ialah dimulai dari keluarga diwaktu kecil. Orang tua harus mengajarkan kata-kata apa yang bagus untuk digunakan dan mana yang tidak. Dan juga lingkungan rumah dan sekolah pun dapat mempengaruhi kepribadian anak tersebut. Dan orang tua juga jangan pernah membiarkan anaknya yang masih kecil menonton televisi sendirian, karena banyak bahasa-bahasa yang sebenarnya tidak layak didengar untuk anak dibawah umur.
- Membuang Sampah Sembarangan
Penyebab utama
perilaku membuang sampah sembarangan ini bisa terbentuk dan bertahan kuat
didalam perilaku kita, antara lain :
1. Didalam
pikiran alam bawah sadar, masyarakat menganggap bahwa membuang sampah
sembarangan ini bukan merupakan suatu hal yang salah dan wajar untuk dilakukan.
2. Norma
dari lingkungan sekitar seperti keluarga, sekolah, masyarakat, atau bahkan
tempat pekerjaan. Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar didalam
munculnya suatu perilaku. Contohnya, pengaruh lingkungan seperti membuang
sampah sembarangan, akan menjadi faktor besar dalam munculnya perilaku membuang
sampah sembarangan.
3. Seseorang
akan melakukan suatu tindakan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Jadi, orang
tidak akan membuang sampah sembarangan jika tersedianya banyak tempat sampah.
4. Tempat
yang kotor dan memang sudah banyak sampahnya. Tempat yang asal mulanya terdapat
banyak sampah, bisa membuat orang yakin bahwa membuang sampah sembarangan
diperbolehkan ditempat itu. Jadi, warga sekitar tanpa ragu untuk membuang
sampahnya di tempat itu.
5. Kurang
banyak tempat sampah. Kurangnya tempat sampah membuat orang sulit untuk
membuang sampahnya. Jadi, orang dengan mudah akan membuang sampahnya
sembarangan.
SOLUSI :
Menurut saya
solusi terbaik adalah dengan memberikan hukuman yang berakibat jera agar tidak
ada lagi yang membuang sampah sembarangan, sediakan banyak tempat pembuangan
sampah dan setiap individu harus mempunyai prinsip jika membuang sampah
sembarangan berarti melakukan dosa.
- Seks Bebas
Pandangan seks
bebas semakin lama menjadi hal yang terdengar biasa karena semakin banyaknya
berita yang beredar tentang seks bebas ini. terutama kasus seks bebas yang
banyak juga terjadi di negara kita Indonesia. Ini merupakan masalah bagi negeri
ini karena banyaknya seks bebas membuat moral para remaja menjadi semakin tidak
baik. Apalagi sudah marak terjadi anak sekolah melakukan seks bebas bagaimana
hal ini tidak terdengar biasa? sudah banyak berita-berita atau masalah yang
beredar tentang seks bebas ini dikalangan para pemuda.semakin hari malah
semakin banyak kasus seks bebas memang banyak hal yang menyebabkannya.
Kurangnya didikan iman dan takwa, pergaulan bebas yang bergaul dengan memakai
narkotika, pengaruh budaya barat yang negativ dan teknologi semakin lama
semakin canggih maka semakin mudah pula untuk mendapatkan informasinya. Di
indonesia ini teknologi memang banyak menguntungkan dalam hal positif tetapi
tidak bisa dipungkiri dalam hal negative pun banyak hal-hal yang
menyebabkan terjadi. Apalagi remaja-remaja sekarang ini semakin berani untuk
meng-expose diri bahkan sampai-sampai video yang sedang melakukan hal yang
tidak senonoh ini pun mereka rekam dan dimasukan dalam situs video hingga
akhirnya banyak beredar. Sungguh sangat memalukan dan tidak lazim terutama
anak-anak sekolah yang melakukannya sudah pasti hal yang sangat tidak terpuji.
Moral bangsa ini malah akan semakin terpuruk jika hal seperti ini tidak cepat
diatasi. orangtua mana yang tidak akan menggelengkan kepala mendengarnya bahkan
menangis jika mengetahui anaknya melakukan hal yang tidak terpuji ini. Maka
dari itu orangtua semakin antisipasi agar tidak menimpa anaknya sendiri.
Faktor
terjadinya Seks Bebas :
1. Faktor
Internal
Faktor internal
atau lebih lazimnya dari dalam diri seseorang remaja itu. Keinginan untuk
dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan
tindakan penyimpangan, sikap yang terlalu merendahkan diri sendiri atau selalu
meninggikan diri sendiri, jika terlalu merendahkan diri sendiri orang remaja
lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu dia beranggapan jika
saya tidak begini saya bisa dianggap orang lain tidak gaul, tidak mengikuti
perkembangan zaman.
2. Faktor
Eksternal
Faktor Eksternal
/ faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor paling terbesar memberi
terjadinya prilaku menyimpang seseorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat.
Seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu geng, otomatis dia
akan tertular oleh sikap dan sifat kawannya tersebut. Kasih sayang dan
perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak
betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar
bersama kawan-kawannya. Apalagi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya
komunikasi dengan orang tua dapat menyebabkan seorang anak melakukan
penyimpangan sosial serta seks bebas yang melanggar nilai-nilai dan norma
sosial. Apabila ayah dan ibu mereka yang memiliki kesibukan di luar rumah akan
membuat anak-anak remaja semakin menjadi-jadi, sehingga mereka merasa tidak
diperdulikan lagi.
SOLUSI :
Menurut saya
solusi terbaiknya adalah selalu membimbing anak tentang apa itu seks bebas dan
apa resikonya. Kita tidak dapat memungkiri bahwa banyak anak yang penasaran
dengan hal tersebut akhirnya membuka situs porno di internet, apalagi dengan
kemajuan iptek yang sangat pesat orang tua semakin sulit untuk membatasi ruang
gerak anak, jadi yang bisa kita perbuat adalah memberikan bimbingan kepada anak
tentang hal tersebut agar sang anak mengerti jika melakukan hal tersebut anak
mendapatkan banyak sekali kerugian dan dosa.