Selasa, 15 November 2016

PERMASALAHAN SOSIAL DI INDONESIA

PERMASALAHAN SOSIAL DI INDONESIA



Assalamualaikum Wr. Wb.

Saat ini banyak masalah-masalah sosial yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan kita semua. Masalah sosial seharusnya harus diselesaikan bersama dan bukan hanya sebagian atau beberapa orang, melihat Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomer 4 di dunia yakni pasti penduduk Indonesia sangat banyak. Semakin banyak individu akan semakin banyak pula persoalan yang dihadapi masing-masing individu.

Kali ini saya akan membahas beberapa contoh persoalan masalah sosial karena aspek sosial dan budaya, yakni : Penggunaan Bahasa yang Kasar, Membuang Sampah Sembarangan dan Seks Bebas. Masalah-masalah sosial tersebut dapat diselesaikan melalui beberapa aspek yakni : pendidikan, hukum, dan keluarga.


  • Penggunaan Bahasa Kasar

Penggunaan bahasa kasar sudah banyak sekali atau bahkan sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat terutama anak remaja. Penggunaan bahasa kasar tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor kesehatan, intelegensi, status sosial, ekonomis, jenis kelamin dan hubungan keluarga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa kasar adalah :


1.   Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, terutama pada usia awal kehidupannya. Apabila pada usia dua tahun pertama, anak mengalami sakit terus-menerus, maka anak tersebut cenderung akan mengelami kelambatan atau kesulitan dalam perkembangan bahasanya. Oleh karena itu, untuk memelihara perkembangan bahasa anak secara normal, maka orangtua perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak. Upaya yang dapat ditempuh adalah dengan cara memberikan ASI, makanan yang bergizi, memelihara kebersihan tubuh anak atau secara reguler memeriksakan kesehatan anak ke dokter atau ke puskesmas.


2.   Intelegensi

Perkembangan bahsa anak dapat dilihatdari tingkat intelegensinya. Anak yang perkembangannya bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai intelegensi yang normal diatas normal. Namun begitu, tidak semua anak mengalami kelambatan perkembangan bahasanya pada usia awal, dikategorikan sebagai anak yang bodoh.


3. Status Sosial ekonomi Keluarga

Beberapa studi tentang hubungan antara perkembangan bahasa dengan status social ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik. Kondisi ini terjadi mungkin disebabkan oleh perbedaan kecerdasan atau kesempatan belajar (keluarga miskin diduga kurang memperhatikan perkembangan bahasa anaknya), atau kedua-duanya.


4.   Jenis Kelamin

Pada tahun pertama usia anak, tidak ada perbedaan dalam vokalisasi antara pria dengan wanita. Namun mulai usia dua tahun anak wanita menunjukkan perkembangan.


5.   Hubungan Keluarga

Hubungan ini dimaknai sebagai proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan orangtua yang mengajar, melatih dan memberikan contoh berbahasa kepada anak. Hubungan yang sehat antara orangtua dengan anak (penuh perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya) memfasilitasi perkembangan bahasa anak, sedangkan hubungan yang tidak sehat itu bisa berupa sikap orangtua yang keras/kasar, kurang kasih saying, atau kurang perhatian untuk memberikan latihhan dan contoh berbahasa yang baik kepada anak, maka perkembangan bahasa anak cenderung akan mengalami stagnasi atau kelainan, seperti: gagap dalam  berbicara, tidak jelas dalam mengungkapkan pendapat, dan berkata yang kasar atau tidak sopan.


SOLUSI :

Menurut saya solusi untuk mengurangi penggunaan bahasa kasar ialah dimulai dari keluarga diwaktu kecil. Orang tua harus mengajarkan kata-kata apa yang bagus untuk digunakan dan mana yang tidak. Dan juga lingkungan rumah dan sekolah pun dapat mempengaruhi kepribadian anak tersebut. Dan orang tua juga jangan pernah membiarkan anaknya yang masih kecil menonton televisi sendirian, karena banyak bahasa-bahasa yang sebenarnya tidak layak didengar untuk anak dibawah umur.





  • Membuang Sampah Sembarangan
Banyak yang tidak sadar bahwa hal yang sangat sepele seperti membuang sampah sembarangan pun merupakan sebuah permasalahan sosial yang besar yang ada di Indonesia. Permasalahan ini seperti sudah menjadi kebiasaan untuk sebagian masyarakat di Indonesia. 

Penyebab utama perilaku membuang sampah sembarangan ini bisa terbentuk dan bertahan kuat didalam perilaku kita, antara lain :

1. Didalam pikiran alam bawah sadar, masyarakat menganggap bahwa membuang sampah sembarangan ini bukan merupakan suatu hal yang salah dan wajar untuk dilakukan.

2. Norma dari lingkungan sekitar seperti keluarga, sekolah, masyarakat, atau bahkan tempat pekerjaan. Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor besar didalam munculnya suatu perilaku. Contohnya, pengaruh lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, akan menjadi faktor besar dalam munculnya perilaku membuang sampah sembarangan.

3. Seseorang akan melakukan suatu tindakan yang dirasa mudah untuk dilakukan. Jadi, orang tidak akan membuang sampah sembarangan jika tersedianya banyak tempat sampah.

4. Tempat yang kotor dan memang sudah banyak sampahnya. Tempat yang asal mulanya terdapat banyak sampah, bisa membuat orang yakin bahwa membuang sampah sembarangan diperbolehkan ditempat itu. Jadi, warga sekitar tanpa ragu untuk membuang sampahnya di tempat itu.

5. Kurang banyak tempat sampah. Kurangnya tempat sampah membuat orang sulit untuk membuang sampahnya. Jadi, orang dengan mudah akan membuang sampahnya sembarangan.


SOLUSI :

Menurut saya solusi terbaik adalah dengan memberikan hukuman yang berakibat jera agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan, sediakan banyak tempat pembuangan sampah dan setiap individu harus mempunyai prinsip jika membuang sampah sembarangan berarti melakukan dosa.




  • Seks Bebas
Pandangan seks bebas semakin lama menjadi hal yang terdengar biasa karena semakin banyaknya berita yang beredar tentang seks bebas ini. terutama kasus seks bebas yang banyak juga terjadi di negara kita Indonesia. Ini merupakan masalah bagi negeri ini karena banyaknya seks bebas membuat moral para remaja menjadi semakin tidak baik. Apalagi sudah marak terjadi anak sekolah melakukan seks bebas bagaimana hal ini tidak terdengar biasa? sudah banyak berita-berita atau masalah yang beredar tentang seks bebas ini dikalangan para pemuda.semakin hari malah semakin banyak kasus seks bebas memang banyak hal yang menyebabkannya. Kurangnya didikan iman dan takwa, pergaulan bebas yang bergaul dengan memakai narkotika, pengaruh budaya barat yang negativ dan  teknologi semakin lama semakin canggih maka semakin mudah pula untuk mendapatkan informasinya. Di indonesia ini teknologi memang banyak menguntungkan dalam hal positif tetapi tidak bisa dipungkiri dalam hal negative pun  banyak hal-hal yang menyebabkan terjadi. Apalagi remaja-remaja sekarang ini semakin berani untuk meng-expose diri bahkan sampai-sampai video yang sedang melakukan hal yang tidak senonoh ini pun mereka rekam dan dimasukan dalam situs video hingga akhirnya banyak beredar. Sungguh sangat memalukan dan tidak lazim terutama anak-anak sekolah yang melakukannya sudah pasti hal yang sangat tidak terpuji. Moral bangsa ini malah akan semakin terpuruk jika hal seperti ini tidak cepat diatasi. orangtua mana yang tidak akan menggelengkan kepala mendengarnya bahkan menangis jika mengetahui anaknya melakukan hal yang tidak terpuji ini. Maka dari itu orangtua semakin antisipasi agar tidak menimpa anaknya sendiri.

Faktor terjadinya Seks Bebas :


1.   Faktor Internal

Faktor internal atau lebih lazimnya dari dalam diri seseorang remaja itu. Keinginan untuk dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan tindakan penyimpangan, sikap yang terlalu merendahkan diri sendiri atau selalu meninggikan diri sendiri, jika terlalu merendahkan diri sendiri orang remaja lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu dia beranggapan jika saya tidak begini saya bisa dianggap orang lain tidak gaul, tidak mengikuti perkembangan zaman.


2.   Faktor Eksternal

Faktor Eksternal / faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor paling terbesar memberi terjadinya prilaku menyimpang seseorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat. Seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu geng, otomatis dia akan tertular oleh sikap dan sifat kawannya tersebut. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar bersama kawan-kawannya. Apalagi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya komunikasi dengan orang tua dapat menyebabkan seorang anak melakukan penyimpangan sosial serta seks bebas yang melanggar nilai-nilai dan norma sosial. Apabila ayah dan ibu mereka yang memiliki kesibukan di luar rumah akan membuat anak-anak remaja semakin menjadi-jadi, sehingga mereka merasa tidak diperdulikan lagi.


SOLUSI :

Menurut saya solusi terbaiknya adalah selalu membimbing anak tentang apa itu seks bebas dan apa resikonya. Kita tidak dapat memungkiri bahwa banyak anak yang penasaran dengan hal tersebut akhirnya membuka situs porno di internet, apalagi dengan kemajuan iptek yang sangat pesat orang tua semakin sulit untuk membatasi ruang gerak anak, jadi yang bisa kita perbuat adalah memberikan bimbingan kepada anak tentang hal tersebut agar sang anak mengerti jika melakukan hal tersebut anak mendapatkan banyak sekali kerugian dan dosa.
  

Pengaplikasian "ABAH" Smart Home dari Mockup ke aplikasi yang sebenarnya

"ABAH" Automatic Based Home Aplikasi Smart Home ini awalnya terbentuk dari sebuah pemikiran yang sangat sederhana yaitu u...